Kementerian Pertanian Β· Badan Litbang Pertanian

Ayam KUB

Kampung Unggul Balitbangtan

Panduan lengkap budidaya Ayam KUB β€” mulai dari pemilihan bibit, perkandangan, pemeliharaan, penetasan, kesehatan, hingga analisis finansial usaha.

50%
Henday Rata-rata
160–180
Butir Telur/Tahun
22–24
Minggu Bertelur
SK
Mentan No.274/2014

Galeri Budidaya Ayam KUB

Dokumentasi nyata kegiatan budidaya Ayam KUB β€” dari DOC hingga panen.

Ayam KUB Betina

Ayam KUB Betina

Produksi telur 160–180 butir/tahun

DOC Ayam KUB DOC Ayam KUB

DOC Ayam KUB

Bibit unggul lincah, bobot 35–40 gram

Kandang Ayam Kampung

Kandang Pemeliharaan

Kandang postal sistem litter

Pakan Ayam Kampung

Manajemen Pakan

Konsumsi 85–90 g/ekor/hari

Mesin Tetas Telur

Mesin Tetas

Suhu 37–37,3Β°C, kelembaban 50–60%

Telur Tetas Ayam Kampung

Telur Tetas Berkualitas

Berat >33 gram, bentuk oval sempurna

Ayam KUB Jantan Ayam KUB Jantan

Ayam KUB Jantan

Seks rasio 1:5–7 (jantan:betina)

Mengapa
Ayam KUB?

❧

Ayam lokal memiliki kontribusi 8,50% terhadap produksi daging nasional (284.900 ton) dan 9,70% terhadap produksi telur (196.700 ton) pada tahun 2017.

Balitnak Ciawi telah menghasilkan varietas bibit ayam kampung unggul hasil seleksi dari beberapa galur yang disebut Ayam KUB dan Sensi, sangat potensial dikembangkan oleh peternak.

Hasil Seleksi Genetik
SK Mentan 2014
Galur Unggulan

Asal Usul Ayam KUB-1

  • Galur hasil pemuliaan ayam kampung (Gallus-gallus domesticus)
  • Berasal dari Cianjur, Depok, Majalengka, dan Bogor
  • Penampilan mirip ayam kampung biasa, warna bulu bervariasi
  • Warna kaki: hitam, kuning, dan sedikit kehijau lumut
  • Dilepas dengan SK Mentan No. 274/Kpts/SR.120/2/2014
  • Produksi telur henday 44–70%, rataan 50%
  • Sifat mengeram rendah (<10% populasi)

Ayam KUB-1 & Sensi-1 Agrinak

Dua galur unggulan hasil pemuliaan Balitnak untuk produksi telur dan daging.

πŸ₯š

Ayam KUB-1

Galur petelur unggul hasil seleksi dari ayam kampung Jawa Barat. Sifat mengeram rendah, produksi telur tinggi.

Produksi telur henday44–70% (rata-rata 50%)
Puncak produksi65–70%
Produksi telur/tahun160–180 butir
Konsumsi pakan85–90 g/ekor/hari
Sifat mengeram<10% populasi
Umur pertama bertelur22–24 minggu
Bobot telur36–45 gram
Konversi pakan3,8 kg pakan/kg telur
πŸ—

Sensi-1 Agrinak (Bulu Abu)

Galur pedaging unggul "Sentul Terseleksi-1". SK Mentan No. 39/Kpts/PK.020/1/2017. Dapat sebagai final stock atau parent stock.

Keseragaman warna bulu88%
Bobot DOC29,7 g/ekor
Bobot umur 70 hari (jantan)1.000 g/ekor
Bobot umur 70 hari (betina)800 g/ekor
FCR umur 70 hari2,7 – 3,7
Bobot 20 minggu (jantan)2.381 g/ekor
Bobot 20 minggu (betina)1.528 g/ekor
Ketahanan penyakitRelatif tinggi
πŸ”

Sensi-1 Agrinak (Bulu Pucak)

Varian putih bercak hitam dengan keseragaman lebih tinggi dari varian Abu.

Keseragaman warna bulu95%
Bobot DOC30,5 g/ekor
Bobot umur 70 hari (jantan)1.000 g/ekor
Bobot umur 70 hari (betina)800 g/ekor
FCR umur 70 hari2,7 – 3,7
Bobot 20 minggu (jantan)2.424 g/ekor
Bobot 20 minggu (betina)1.619 g/ekor
Ketahanan penyakitRelatif tinggi
🌿

Asal Usul Sensi-1 Agrinak

Galur murni (pure line) dibentuk dari seleksi berbagai sub-galur ayam Sentul asli Cianjur.

πŸ“
Sentul Batu
πŸ“
Sentul Putih
πŸ“
Sentul Abu
πŸ“
Sentul Jambe
πŸ“
Sentul Emas
πŸ“
Sentul Geni

Pemilihan Bibit & Calon Indukan

DOC berkualitas adalah kunci utama keberhasilan usaha peternakan ayam lokal unggul.

1

Pemilihan DOC

  • Berasal dari induk yang sehat
  • Bulu tampak halus dan penuh
  • Tidak cacat pada tubuh anak ayam
  • Lincah, agresif, nafsu makan tinggi
  • Terhindar dari kaki kering
  • Bobot badan normal 35–40 g/ekor
  • Tidak ompalitis
2

Calon Indukan

  • Mata bersinar cerah dan hidup
  • Kedua sayap simetris dan lebar
  • Pial & jengger berwarna merah segar
  • Kuku & paruh pendek
  • Gerakan lincah/aktif
  • Umur 5–6 bulan (BB 1,2–1,5 kg)
  • Jarak tulang duduk 2 jari dewasa
3

Calon Pejantan

  • Agresif, lincah, tegap dan tinggi
  • Dada besar, panjang, rata, tidak luka
  • Tulang dada tidak bengkok
  • Ceker bagus dan lurus
  • Bulu cerah/kilat, tidak kusam
  • Mata bersinar, tidak cacat
  • Umur minimal 8 bulan

Jenis-Jenis Kandang Ayam KUB

Kandang melindungi ternak dari cuaca ekstrim, hewan buas, dan penyakit β€” pilih sesuai kebutuhan dan modal Anda.

Kandang Umbaran

Memiliki halaman depan sebagai area pengumbaran. Jantan dan betina dicampur. Cocok di desa dengan lahan luas β€” ayam mencari pakan sendiri sehingga lebih hemat.

Kandang Postal

Sistem litter, ayam selalu terkurung. Banyak dipakai peternak untuk budidaya ayam kampung. Dipelihara Β±3 bulan untuk mencapai bobot 0,9–1 kg.

Kandang Baterai

Kandang individu berderet bertingkat tiga. Umumnya untuk petelur. Sirkulasi udara lancar, mencegah kanibalisme. Biaya pembuatan relatif mahal.

Kepadatan Kandang Berdasarkan Umur

Umur (Minggu) Kepadatan Kandang (Ekor/mΒ²) Keterangan
0–1 minggu60 ekor/mΒ²Fase brooder awal
1–2 minggu40 ekor/mΒ²Fase brooder
2–4 minggu20 ekor/mΒ²Akhir fase stater
4–8 minggu10 ekor/mΒ²Awal grower
8–20 minggu8 ekor/mΒ²Fase grower
20+ (Afkir)5–6 ekor/mΒ²Indukan/layer

Kebutuhan Tempat Minum & Pakan per 100 Ekor

🚿 Tempat Minum

  • 0–3 minggu: 1–2 buah (galon 2,5 L)
  • 3–8 minggu: 2–3 buah (galon 5 L)
  • 8–12 minggu: 3–5 buah (galon 5 L)

🌾 Tempat Pakan

  • 0–3 minggu: 1–2 buah (gantung 2 kg)
  • 3–8 minggu: 2–4 buah (gantung 7–10 kg)
  • 8–12 minggu: 4–6 buah (gantung 7–10 kg)

Tata Laksana Pemeliharaan

Pemeliharaan intensif dari DOC hingga ayam berproduksi (bertelur).

Fase Starter

Pemeliharaan 0–4 Minggu

DOC dipelihara dalam kandang brooder selama 28 hari. Suhu brooder 25–33Β°C. Kotak brooder 100Γ—50Γ—40 cm dapat menampung 30–70 ekor.

πŸ’‘ Hari ke-1: beri air gula merah 2% untuk memulihkan stamina setelah transportasi. Lampu pijar 45W dikurangi bertahap tiap minggu (8β†’6β†’4β†’2 buah).
Fase Grower

Pemeliharaan 5–20 Minggu

Pindah ke kandang pembesaran. Kandang dibersihkan dan disemprot desinfektan 2 minggu sebelumnya. Alas lantai: zeolit/kapur tohor + sekam 5–10 cm.

πŸ’‘ Umur 9–10 minggu: lakukan potong paruh untuk mencegah kanibalisme. Beri larutan gula merah setelahnya untuk mengurangi stres.
Sexing

Pemisahan Jantan & Betina

Dilakukan pada umur 12 minggu. Tentukan pola persilangan dengan seks ratio 1:5 atau 1:7 (1 jantan untuk 5–7 betina).

πŸ’‘ Model persilangan: KUBΓ—KUB (petelur), KUBΓ—KUB (dwiguna), SensiΓ—Sensi (pedaging). Ayam tidak memenuhi syarat dijadikan ayam potong.
Layer / Indukan

Pemeliharaan Indukan

Kandang koloni dengan kapasitas 4–5 ekor/mΒ². Alas sekam padi. Pakan 2 kali sehari (pagi dan sore). Air minum selalu tersedia (adlibitum).

πŸ’‘ Ayam KUB bertelur mulai umur 20 minggu. Telur layak tetas setelah umur 28 minggu (berat >33 gram).

Pakan & Jadwal Vaksinasi

Komposisi pakan dan jadwal vaksin untuk setiap fase pemeliharaan Ayam KUB.

  Pakan Fase Grower (5–20 Minggu)

Bahan PakanPersentase (%)
Ransum komersil grower59,00%
Dedak padi halus19,00%
Jagung giling15,00%
Bungkil kedelai5,00%
Top Mix (vitamin mineral)2,00%
Protein Kasar17,00%
Energi ME2.800 kkal/kg

  Pakan Fase Layer–Afkir

Bahan PakanPersentase (%)
Ransum komersil layer77,50%
Dedak padi halus24,00%
Woder mineral1,00%
Antioksi-herbal0,25%
Protein Kasar16,10%
Kalsium3,20%
Energi ME2.800 kkal/kg

Pakan Alternatif: Azolla Pinnata

Azolla Pinnata mengandung Protein 26–30%, Serat 12,38%, Abu 21%, Ca 1,21%, P 0,77%. Pemberian 10% dari ransum dapat menekan biaya pakan komersial 9,9% tanpa pengaruh buruk terhadap ayam.

Jadwal Vaksin Ayam KUB

Hari 7
IBD/Gumboro
Tetes Hidung
Hari 14
AI
Suntik Subcutan
Hari 21
IBD/Gumboro
Tetes Hidung
Hari 35
AI
Suntik Subcutan
Hari 70
ND, IB
Tetes Mata
Hari 84
AI
Suntik Subcutan

Penetasan Telur Ayam KUB

Sifat mengeram ayam KUB sangat rendah (<10%), sehingga produksi DOC menggunakan mesin tetas.

1

Seleksi Telur Tetas

Umur ayam 28 minggu. Telur dikutip setiap hari, dikumpulkan 4 hari. Kriteria: bentuk oval, berat >33 gram, tidak retak, kotoran <30%.

2

Persiapan Mesin Tetas

Bersihkan dan desinfektan mesin sebelum digunakan. Atur suhu stabil 37–37,3Β°C dengan kelembaban 50–60%.

3

Setter (Inkubator)

Masukkan telur ke mesin setter hari ke-1 sampai ke-18. Telur dibalik otomatis tiap 2 jam (mesin otomatis). Manual: balik 3–4 kali/hari.

4

Hatcher (Penetas)

Setelah 18 hari, pindah ke mesin hatcher. Telur berembrio menetas pada hari ke-21. Baki di bawah rak harus selalu diisi air untuk menjaga kelembaban.

Kesehatan & Biosecurity

Pencegahan jauh lebih baik dari pengobatan. Terapkan biosecurity dengan sistem zonasi.

Zona Merah (Luar)

Wilayah paling luar. Wajib ganti alas kaki dan celupkan kaki ke air desinfektan. Cuci tangan sebelum masuk.

Zona Kuning (Tengah)

Area tengah kandang. Wajib memakai baju khusus dan sepatu khusus yang telah disediakan.

Zona Hijau (Kandang)

Area kandang pemeliharaan, harus steril. Hanya petugas kandang yang boleh masuk. Wajib shower desinfektan sebelum masuk.

Air Desinfektan

Pilih bahan desinfektan dari poultry shop yang efektif membunuh kuman, tidak merusak peralatan, tidak berbahaya bagi lingkungan dan petugas, serta biayanya terjangkau.

Pengolahan Pasca Panen Unggas

Tahapan pemotongan, penanganan, dan penyimpanan karkas ayam yang higienis dan aman.

1

Stoving (Penampungan)

Penampungan ayam sebelum pemotongan di kandang holding ground.

2

Pemotongan

Potong arteri karotis, vena jugularis, dan esofagus. Berlangsung 60–120 detik. Cara Islam: memutus saluran darah, kerongkongan, dan tenggorokan.

3

Penuntasan Darah

Dilakukan 50–70 detik hingga ayam kehilangan sekitar 4% bobot badan. Harus sempurna agar karkas tidak berwarna merah.

4

Penyeduhan

Perendaman air panas 54,5Β°C selama 60–120 detik untuk memudahkan pencabutan bulu. Jangan terlalu lama agar kulit tidak gosong.

5

Pencabutan Bulu

Setelah perendaman 50–54Β°C (ayam muda) atau 55–58Β°C (ayam tua). Bulu halus dibakar dengan nyala api biru.

6

Pengeluaran Jeroan

Keluarkan tembolok, trakea, hati, empedal, jantung, paru-paru, usus. Cuci karkas dengan air 5–10Β°C + klorin 0,5–1 ppm.

7

Pemotongan Karkas

Potong kaki dan leher. Simpan pada suhu –4 hingga 0Β°C. Daya simpan 1–3 bulan dengan teknik pendinginan yang benar.

8

Pengemasan

Label wajib mencantumkan: nama & alamat perusahaan, jenis ayam, tingkatan mutu, dan tanggal kedaluwarsa.

Kelayakan Usaha Ayam KUB

Proyeksi 10 tahun menunjukkan usaha peternakan Ayam KUB layak secara finansial.

Rp 34,8 Jt
Net Present Value (NPV)
βœ“ Layak (NPV > 0)
17,28%
Internal Rate of Return (IRR)
βœ“ Layak (> 5,75%)
1,33
Net B/C Ratio
βœ“ Layak (B/C > 1)
1 Th 3 Bl
Payback Period
βœ“ Layak (< 10 tahun)

Komponen Biaya Utama (Tahun ke-2 dst.)

Pembelian DOCRp 67.500.000/tahun
Pakan BasalRp 174.040.507/tahun
Pakan KomersilRp 23.940.000/tahun
Tenaga KerjaRp 21.600.000/tahun
Sewa LahanRp 3.000.000/tahun
Total Penerimaan/tahunRp 319.401.000
Total Biaya Investasi AwalRp 75.178.000

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Ayam KUB adalah hasil seleksi genetik dari ayam kampung biasa. Keunggulannya: produksi telur henday 44–70% (rata-rata 50%) vs ayam kampung biasa yang hanya 20–30%, produksi 160–180 butir/tahun, sifat mengeram <10% populasi sehingga lebih efisien untuk produksi telur, dan konversi pakan lebih baik (3,8 kg pakan/kg telur).

Suhu kandang brooder diusahakan 25–33Β°C. Pada 48 jam pertama berkisar 32–35Β°C. Indikator: jika DOC berkumpul di bawah pemanas β†’ terlalu dingin; jika DOC menjauhi pemanas β†’ terlalu panas; jika DOC tersebar merata β†’ suhu ideal. Lampu pijar dikurangi bertahap setiap minggu (8β†’6β†’4β†’2 buah).

Ayam KUB mulai bertelur umur 20 minggu, namun telur baru bisa dijadikan telur tetas setelah ayam berumur 28 minggu karena bobot telur sudah mencukupi (>33 gram). Kriteria telur tetas: bentuk oval, berat >33 gram, tidak basah, tidak retak, dan tingkat kotoran <30%.

Potong paruh dilakukan pada umur 9–10 minggu (fase grower) dengan tujuan: (1) mencegah kanibalisme (patok-patokan) yang dapat menyebabkan mortalitas tinggi; (2) efisiensi pakan karena mengurangi pakan yang tercecer. Setelah potong paruh, beri larutan gula merah atau vitamin C untuk mencegah stres.

Ya. Penelitian Tarigan (2019) membuktikan pemberian Azolla Pinnata segar 10% dari total ransum dapat menekan biaya pakan komersial hingga 9,9% tanpa pengaruh buruk terhadap performa ayam. Azolla Pinnata kaya protein (26–30%), Ca (1,21%), dan P (0,77%), sehingga dapat menggantikan sebagian bahan pakan komersial dan menghemat biaya produksi.

Biaya investasi awal sekitar Rp 75.178.000 (kandang, peralatan, dll). Biaya variabel tahun pertama Rp 184.487.004 dan biaya tetap Rp 25.400.000/tahun. Total outflow tahun pertama Β±Rp 285 juta. Usaha ini layak dengan NPV Rp 34,8 juta dan payback period 1 tahun 3 bulan.